LAPORAN PERJALANAN
DIKLATSAR XVII KOMUNITAS PENCINTA ALAM
UNIVERSITAS FAJAR
Diajukan sebagai syarat menjadi anggota
muda KOMPALA UNIFA.
DISUSUN
OLEH :
MUH.
RULLY PRATAMA SAKTI R
KOMUNITAS PENCINTA ALAM (KOMPALA)
UNIVERSITAS FAJAR
MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas berkah dan kemudahan-Nya, penulis dapat menyusun Laporan kronologis perjalanan
pribadi DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA ini dengan sungguh-sungguh. Laporan ini
berjudul “LAPORAN PERJALANAN DIKLATSAR XVII
KOMUNITAS PENCINTA ALAM UNIVERSITAS
FAJAR”.
Pendidikan latihan dasar ini secara umum bertujuan untuk
memperkenalkan tentang apa yang ada di alam kepada calon anggota, membentuk sikap dan
mental calon anggota menjadi lebih kuat sehinggah dapat menghadapi kondisi di
alam.
Peserta dapat mengimplementasikan ilmu di lapangan,
yang didapatkan saat mengikuti materi kelas dan sebagai salah satu syarat untuk
menjadi anggota muda Komunitas Pencinta Alam Universitas fajar (KOMPALA UNIFA).
Selama penulis mengikuti
rangkaian kegiatan DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA hinggah sampai pada tahap selesainya laporan ini, banyak pihak
yang telah membantu, membimbing, memberi masukan, mengarahkan penulis serta
menghibur dalam proses penyelesaian laporan ini.
Penulis
mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada :
1. Kedua
Orang Tua, penulis, M. RUSLAN
dan A. KAMELIA terimakasih atas motivasi, dukungan serta doa yang begitu luar biasa.
2. Seluruh
Pemateri yang memberikan ilmu, serta
kemudahan selama proses DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA sehingga
penulis dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.
3. Seluruh
senior yang membimbing saya selama kegiatan DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA.
4. Panitia
pelaksana DIKLATSAR XVII KOMPALA
UNIFA yang selalu mendampingi dari awal kegiatan sampai
selesainya laporan ini.
5. Alvin, Indra, Rusli, dan Adnan sebagai teman tim yang
memberi semangat saat perjalanan.
6. Ryand yang telah selalu memberi motivasi dan semangat
untuk menyelesaikan laporan ini.
Laporan DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA ini masih sangat
jauh dari kata sempurna walaupun telah menerima bantuan dari berbagai pihak.
Kesalahan-kesalahan pada laporan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Saran dan kritik yang membangun sangat diharapakan demi penyempurnaan laporan
ini.
Makassar, 25 April
2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... ... i
DAFTAR ISI................................................................................................... .. ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. .. 1
A. Latar
Belakang Kegiatan...................................................................... .. 1
B. Nama
Kegiatan..................................................................................... .. 2
C. Waktu
dan Tempat Kegiatan................................................................ .. 2
D. Peserta
Kegiatan................................................................................... .. 3
E. Maksud
Dan Tujuan............................................................................. .. 3
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ .. 4
A. Persiapan............................................................................................... .. 4
1. Materi
Kelas............................................................................. .. 4
2. Latihan
Fisik............................................................................. .. 7
B. Pelaksanaan.......................................................................................... .. 8
1. Kronologis
Mountenering (Gunung Hutan)............................. .. 8
2. Kronologis
Rock Climbing (Panjat Tebing)............................. 17
3. Kronologis
Caving (Gua)......................................................... 20
C. Pasca
Pelaksanaan................................................................................ 22
1. Pembuatan
Laporan.................................................................. 22
2. Presentase
Laporan................................................................... 22
BAB III PENUTUP........................................................................................ 23
A. Kesimpulan........................................................................................... 23
B. Saran..................................................................................................... 24
C. Lampiran............................................................................................... 25
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG KEGIATAN
Universitas Fajar (UNIFA)
adalah salah satu kampus swasta yang ada di kota makassar. Ketika saya menjadi
mahasiswa di kampus tersebut, Saya mencari informasi tentang Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
yang saya pilih di kampus tersebut adalah Komunitas Pencinta Alam Universitas
Fajar (KOMPALA UNIFA), karena minat dan hobi saya menyangkup apa yang ada di
UKM tersebut.
Komunitas Pencinta Alam
Universitas Fajar (KOMPALA UNIFA) adalah UKM yang dimana mahasiswa dapat
menambah wawasan, khususnya dalam kegiatan di alam terbuka. Syarat untuk
menjadi salah satu anggota Komunitas Pencinta Alam Universitas Fajar yaitu,
mengambil formulir dan mengikuti proses kegiatan DIKLATSAR KOMPALA UNIFA.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi persyaratan bagi
calon anggota muda, melainkan juga memperkenalkan semua divisi yang ada di
KOMPALA UNIFA agar kedepanya calon anggota muda dapat memilih konsentrasi
divisi yang sesuai dengan minatnya dan juga dapat menambah wawasan serta pengalaman
para calon anggota muda.
Sebagai organisasi mahasiswa pencinta alam atau
komunitas pencinta alam yang beorientasi pada pelestarian, pemerhati dan wadah
untuk belajar tentang alam, maka Komunitas Pencinta Alam Universitas Fajar
mengadakan Pendidikan Latihan Dasar XVII di bidang gunung hutan, panjat tebing,
dan caving merupakan salah satu tahapan bagi calon anggota muda KOMPALA
Universitas Fajar.
Dengan demikian, calon anggota muda yang ikut dalam
kegiatan diklatsar ini diwajibkan mencatat semua rangkaian kegiatan yang
dilakulan, untuk dijadikan bahan laporan yang kemudian di presentasikan kepada
senior dan para pembaca umumnya, serta anggota KOMPALA universitas fajar
khususnya.
B.
NAMA
KEGIATAN
Kegiatan ini di namakan Pendidikan
Latihan Dasar XVII Komunitas Pencinta Alam ( DIKLATSAR XVII KOMPALA)
Universitas Fajar Makassar.
C.
WAKTU
DAN TEMPAT KEGIATAN
1. DIKLATSAR
MOUNTENERING (HUTAN GUNUNG).
Waktu
:Senin, 27 Maret 2017 - Kamis, 30 Maret 2017
Tempat : Gunung Bulusaraung, Desa
Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, SulawesiSelatan - Desa Bengo, Camba,
Maros, Sulawesi Selatan.
2. DIKLATSAR
ROCK CLIMBING (PANJAT TEBING).
Waktu :Jumat, 31 Maret 2017
Tempat
:Pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros,
Sulawesi Selatan.
3. DIKLATSAR
CAVING (GUA).
Waktu :Sabtu,
1 April 2017
Tempat
: Gua Langkuring (Gua Suleiman), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
D.
PESERTA
KEGIATAN
NO.
|
NAMA
|
JURUSAN
|
1
|
MUH. RULLY PRATAMA SAKTI R
|
KOMUNIKASI
|
2
|
ALVIN ADAM UTAMA
|
TEKNIK SIPIL
|
3
|
INDRA ADIYAKSA
|
KOMUNIKASI
|
4
|
RUSLY
|
MANAJEMEN
|
5
|
ADNAN
|
KOMUNIKASI
|
E.
MAKSUD
DAN TUJUAN
Sebagai salah satu persyaratan yang harus
di ikuti oleh calon anggota muda untuk menjadi anggota muda KOMPALA Universitas
Fajar, menambah pengalaman calon anggota serta menumbuhkan solidaritas dan
persaudaraan antar sesama anggota KOMPALA Universitas Fajar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERSIAPAN
1.
MATERI KELAS
Materi kelas begitu penting, untuk di
praktek kan saat tahap pelaksanaan DIKLATSAR KOMPALA Universitas fajar.
Materi kelas dilaksanakan selama 4 hari
yang bertempat di kampus universitas fajar, tahap pelaksanaanya pada :
No.
|
Materi
|
Pemateri
|
Waktu
|
1.
|
Sejarah Pencinta Alam
|
Imam Wahyudi
|
Selasa,
21 Maret 2017
|
2.
|
Navigasi
Darat
|
Nur
Usman
|
Selasa,
21 Maret 2017
|
3.
|
Panjat Tebing
|
Muh.
Fadly
|
Rabu, 22 Maret 2017
|
4.
|
Survival
|
Nur
Yahya
|
Kamis,
23 Maret 2017
|
5.
|
Gua
|
Jesicca
|
Kamis,
23 Maret 2017
|
6.
|
Penulisan
Laporan
|
Vincencius
Waldi
|
Kamis, 23 Maret 2017
|
7.
|
PPGD
|
Dr.
Daud
|
Jumat, 24 Maret 2017
|
8.
|
PPAT
|
Muh.
Fadly
|
Jumat, 24 Maret 2017
|
·
Navigasi darat
Mengajarkan tentang cara membaca
Peta, menentukan titik koordinat, yang dimana pengaplikasiannya dilaksanakan di
lapangan. Pembahasan yang mendalam dilanjutkan di Materi Lanjutan.
·
Tebing
Panjat
Tebing adalah pergerakan fisik dari satu titik tertentu, ke titik yang lebih
tinggi pada batuan menjulang dari daratan yang berbentuk diagonal/vertical
dengan karakteristik tertentu.
Sejarah
panjat Tebing di Indonesia dimulai pada tahun 60-an, yang dilakukan oleh TNI
(AD) yang bertepatan di tebing Citata.
Keterampilan dilapangan:
1. Tope
rope
2. Ascending
3. Descening
Pengenalan
alat-alat Tebing:
1. Carrabiner
:
Yang berjenis :
snap, screw, dan auto lock
Yang berbentuk :
oval dan delta
2. Tali
: static dan dinamik
3. Webbing
4. Phrusik
5. Figure
6. Jumar
7. Harness
8. Colbek
·
Survival
Survival adalah
cara memberdayakan
hidup di Alam liar.
S
= sadar akan keadaan
U = uasahakan untuk tetap
tenang
R = rasa takut dan
putus asa hilangkan
V = vitalitas
tingkatkan
I
= ingin tetap hidup
V = variasi
lingkingan dapat dimanfaatkan
A = asal tahu
caranya, akan selamat
L = lancar.
·
Gua
Menurut IUS (International union of
speleogi) adalah setiap ruangan bawah tanah yang dimasuki Manusia.
Menurut R.K.T.KO (Roby Ko king Tjoen .KO) adalah setiap lubang
dibawah tanah yang gelap, sempit, luas, yang terbentuk melalui percelahan,
rekahan, atau aliran sungai yang bisa membentuk lintasan bawah tanah.
·
Penulisan Laporan
Yang dimana kita diajarkan untuk
menulis semua kegiatan dilapangan. Berasarkan 5W+1H.
·
PPGD (Pertolongan Pertama
Gawat Darurat)
Medical Adventure.
Struktur diri
manusia :
1. Fisik
2. Pikiran
3. Emosi
4. Spiritual
Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh
yang berada dibawah 35 derajat celcius.
·
PPAT (Perencanaan
Persiapan Alam Terbuka)
Dalam materi ini,
kita diajarkan mempersiapkan segala peralatan, dan perlengkapan yang harus
dibawa. serta bagaimana mengatur manajemen komsumsi dan mengatur barang di
carrier.
2.
LATIHAN FISIK
B. PELAKSANAAN
1.
KRONOLOGIS
MOUNTENERING (GUNUNG HUTAN).
Senin, 27 Maret 2017
Waktu
|
Kronologis
|
11:33
|
Saya
dan teman-teman calon anggota DIKLATSAR XVII berserta Panitia berangkat dari
kampus Universitas Fajar menuju pangkep, tepatnya di desa tompobulu,
kecamatan balocci. Saat di kaki gunung bulusaraung saya sempat merasa takut sehinggah
saya meloncat dari mobil akibat mobil yang kami tumpangi berkecepatan
tinggi saat memasuki jalan yang berliku tajam dan medaki.
|
19:23
|
Pada saat sampai
di desa tompobulu tepatnya diposyandu, kami menurunkan barang lalu mengisi jergen dan melanjutkan traking ke pos 1, saat perjalanan ke pos
1 kami melewati anak sungai, persawahan dan beberapa anak tangga.
|
20:48
|
Kami
sampai di pos 1, disinilah di bacakan aturan yang harus kami patuhi, setelah
di bacakan, dimulailah simulasi survival, dan carrel yang kami bawa sudah di
susun oleh panitia, kami memulai materi survival dengan penentuan ketua tim
dalam perjalanan, saat inipulah saya di beri tanggung jawab untuk memimpin
tim, Tim saya berjumlah 5orang, yaitu Saya sendiri, Adnan, Rusli, Indra, dan
Alvi. Setelah itu kami lanjutkan
perjalanan.
|
22:55
|
Kami
sampai di pos 3, disini kami di beri kaos tangan yang berisi telur mentah
untuk dijadikan kalung, telur tersebut di ibaratkan sebagai lambang KOMPALA
yang harus di jaga sampai DIKLATSAR selesai.
|
Selasa,
28 Maret 2017
00:43
|
Sampailah
kami di pos 9 sebagai tempat kami camping pertama (camp1), kami di beri 4
ponco untuk membuat bivak tim, lalu kami langsung membagi tugas, ada yang
membuat bivak dan ada yang memasak, malam itu kami hanya memasak 1 mie instan
untuk kami santap berlima. Perjalanan yang saya dan teman-teman lewati ini hari hanya awalnya saja, perjalanan
dari pos 1 ke pos 9 bulusaraung
lumayan menanjak sehinggah membuat tenaga kami terkuras, setelah itu kami membagi waktu untuk tidur
secara bergantian.
|
12:51
|
Kami
meninggalkan camp 1 dan menuju camp 2 (pos sapi), untuk sampai di camp 2 kami
harus melewati puncak bulusaraung dan punggungan gunung dan tebing yang
terjal. Saat perjalanan menuju
puncak bulusaraung, kami berjalan melambat akibat trak yang kami lewati terus mendaki.
|
13:43
|
Saya
dan teman-teman bersrta panitia tiba di puncak bulusaraung, di puncak kami
sempat berfoto dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
|
13:50
|
Kami
melanjutkan perjalanan menuju camp 2 dengan menuruni punggungan gunung dan
tebing yang terjal. kami berjalan
berurutan yaitu saya sendiri, alvi, adnan,rusli dan indra.
|
14:05
|
Kami
masih menuruni punggungan gunung dan tebing, tetapi dengan cara berbeda, kali
ini kami memakai teknik moving together, karena di titik ini medan sangat
terjal dan berbahaya, saat perjalanan ini saya sempat berfikir untuk
menyerah, akibat telur sebagai amanah yang di berikan oleh panitia tidak bisa
saya jaga dengan baik sehinggah pecah, tetapi semangat dari teman saya Alvin,
Adnan, Rusli, dan Indra memberi saya inovasi untuk bisa melanjutkan
perjalanan tanpa harus menyerah.
|
17:30
|
Akhirnya
kami sampai di camp 2 (pos sapi), kami langsung memasak lalu makan malam, masalah masak saya serahkan kepada rusli, karena rusli pandai dalam hal ini. Sementara yang lainya mencari kayu agar
api yang kami pakai memasak terus menyala.
|
19:30
|
Kali
ini camp kami berbeda, saya dan teman-teman di beri masing-masing 1 ponco untuk membuat
bivak dengan jarak mulai dari 10 sampai 30 meter perorang, disini saya mulai
merasa sunyi dan bermunculan fikiran yang aneh.
|
22:29
|
Rusli membangunkam saya untuk
materi navigasi darat. Lalu sedikit
cerita tentang perjalanan yang telah kami lewati dan yang akan kami lewati nantinya.
|
23:40
|
Saat kembali ke bivak ternyata
saya dan rusli berekatan,
sehinggah saya sepakat dengan rusli agar membangunkan teman-teman pada esok harinya.
|
Rabu, 29 Maret 2017
05:08
|
Saya
dibangunkan olah teman saya yaitu Rusli, lalu kami berpencar untuk
membangunkan teman-teman yang lain, setelah kami berkumpul kami langsung
memasak untuk sarapan, sarapan pagi kami adalah bubur dan telur. Setelah sarapan kami membersikan disekitar tempat kami makan dan memasak.
|
07:40
|
Setelah itu kami mulai packing barang bawaan
untuk di masukkan ke carrier kami untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Packing kali ini memakan waktu lama akibat tendan dan barang bawaan panitia belum terkumpul.
|
10:18
|
Saya,
teman-teman, dan panitia meninggalkan camp 2 (pos sapi) dan melanjutkan
perjalanan menuju camp 3,
di perjalanan kami melewati 5 anak sungai, rotan berduri, dan medan naik
turun gunung yang sulit. Diperjalanan
ini kami mulai melihat pemandangan yang indah, dan melewati banyak rotan.
|
13:05
|
Sampai saat ini saya melihat anggota tim saya masih
sangat semangat. Kami mengambil air di anak sungai
ke 2, karena saat di camp 2 tidak ada sumber air. Setelah
mengambil air kami
melanjutkan perjalanan ke camp 3, saat kami melewati anak sungai ke 4 kami di
kumpulkan untuk merayap di lumpur, untuk membayar kesalahan kami yang malas
ikut latihan fisik dan materi kelas. Setelah itu kami semua ingin segera
sampai akibat tenaga kami yang habis dan seluruh badan kami basah.
|
17:12
|
Hari
mulai gelap, kami sampai di anak sungai ke 5, disini perjalanan kami menyusur
pinggiran sungai dan rusli mengambil jamur untuk persiapan makan kami.
|
17:30
|
Akhirnya
kami sampai di camp 3, dimananya tidak jauh dari anak sungai ke 5, setelah
kami sampai kami langsung mengeluarkan isi carrier kami, lalu kami diberi
kesempatan untuk membersikan diri (mandi).
|
17:35
|
Tim
saya di antar ke sungai oleh panitia, yaitu Kak’ Yadi untuk membersikan diri
juga mengganti pakaian, setelah kami di sungai kami diceburkan untuk
mengambil jatah push-up di air akibat kesalahan tim, setelah itu kami diberi
waktu 10 menit untuk mandi juga mengganti pakaian dan kembali ke camp 3.
|
18:03
|
Kami sampai dicamp 3 lalu langsung
memasang bivak, camp kali ini kami di satukan kembali. Setelah membuat bivak kami langsung memasak lalu
makan malam.
|
19:25
|
Saya
dan teman-teman selesai makan malam, disini kami memakan jamur akibat
manajeman makanan kami yang kurang, setelah itu kami langsung memperbaiki
cacatan kami lalu kami membagi tugas untuk tidur secara bergantian.Saya dan adnan mendapat giliran tidur lebih awal.
|
Kamis, 30 Maret 2017
04:29
|
Saya
dan Adnan di bangunkan oleh Rusli, Indra, Alvi untuk bergantian tidur, lalu
saya memasak untuk sarapan pagi nanti. Saya sempat di bantu oleh adnan sebelum adnan melanjutkan tidurnya. Di tim saya Adnan mendapat gelar TUTI (tukang tidur).
|
07:42
|
Saya
membangunkan teman-teman untuk sarapan, menu sarapan kami yaitu nasi, jamur dan mie. Setelah sarapan kami
packing kembali barang untuk melanjutkan perjalanan ke desa bengo. Setelah saya dan teman-teman packing barang panitia masih tidur, kami mencari buah yang bisa dimakan disekitar tempat camp sambil menunggu panitia bangun.
|
11:16
|
Kami
meninggalkan camp 3 dan melanjutkan perjalanan ke desa bengo, setelah 15
menit berjalan, terlihat rumah warga untuk pertama kalinya. Disini saya berfikir bahwa
perjalanan hampir selesai dan dekat dari jalan poros.
|
11:34
|
Setibanya
di rumah warga kami langsung push-up untuk membayar kesalahan kami, disini
saya dan teman-teman melunasi kesalahan dari camp 2 sampai camp 3, dan
seletah itu kami berinteraksi dengan pemilik rumah untuk mengumpulkan data di
daerah tersebut. Setelah
mengumpulkan data, ternyata saya salah. Karena
dari tempat ini menuju jalan
poros masih memakan waktu sekitar 7 jam perjalanan, dan disini hanya terdapat 8 rumah.
|
11:53
|
Kami
meninggalkan rumah warga, tepatnya desa rampe gading, diperjalanan kami
melewati 4 rumah warga dan melanjutkan simulasi PPGD.
|
13:05
|
Dimulai
simulasi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), dengan membuat tandu dan
dimana yang menjadi korban pertama adalah TUTI, korban kedua Alvi, korban
ketiga Indra, korban keempat Saya sendiri, dan dilanjutkan korban kelima
Rusli.
|
16:36
|
Kami
telah melakukan 4 kali simulasi PPGD dan teman-teman sudah kehabisan tenaga,
Alvi mulai menyerah, tetapi semangat dari tim kami tidak menghentikan kami
untuk berjalan.
|
17:18
|
Simulasi
PPGD selesai, kami beristirahat dan berfoto sejenak, lalu melanjutkan
perjalanan ke tempat cek point, tepatnya di kampung baru.
|
17:56
|
Kami
sampai di kampung baru, lalu tim di kumpulkan untuk pencabutan simulasi
survival selama 3 hari, 3 malam. Selepas pecabutan simulasi survival kami
diberi makan yang sangat puas, tim sangat berterimah kasih kepada panitia. Diperjalanan dari desa rampe gading sampai kampung baru kami melewati persawahan,
sungai, masuk hutan dan mendapat buah yang bisa
di komsumsi.
|
19:30
|
Saya,
teman-teman serta panitia meninggalkan kampung baru, melanjutkan perjalanan
menuju desa bengo. Jarak dari kampung barunke desa bengo cukup
jauh, butuh 3 jam untuk sampai ke desa bengo.
|
21:20
|
Kami
sampai di desa bengo, lalu menunggu jemputan untuk menuju lokasi Rock
Climbing (panjat tebing). Setelah 22 menit jemputan kami datang lalu kami
langsung menuju tebing pakalu.
|
23:06
|
Saya,
teman-teman dan panitia sampai di tebing pakalu. Kali ini kami camp di mulut
gua yang berada di dinding tebing, setelah berada di mulut gua, kami
merapikan barang lalu masak dan makan malam. Sesudah makan malam, tim kami
memperbaiki catatan laporan perjalan pribadi maupun laporan tim. Panitia juga memberikan ramsum yang akan kami masak
esok harinya.
|
Catatan
|
Diperjalanan mountenering ini saya memperhatikan anggota
tim saya, semua mempunyai titik jenuh, ada yang di awal, tengah, dan akhir perjalanan. Saya kagum melihat teman-teman. Indra, Adnan sebagai anggota tim yang selalu menyemangati, Rusli
pandai dalam hal masakan, Alvin yang selalu bercanda dan memberi motivasi kepada kami.
|
2.
KRONOLOGIS
ROCK CLIMBING (PANJAT TEBING).
Jumat,
31 Maret 2017
06:45
|
Saya
terbangun mendengar suara HT yang ada tepat di telinga saya, sayapun
membangunkan teman-teman saya. Ketika teman-teman semua bangun, kami langsung
masak untuk sarapan pagi, ketikan kami sudah sarapan, kami dikumpulkan oleh
panitia.
|
08:12
|
Kami
membagi tugas, Saya, TUTI, Alvi menemani panitia keluar untuk berbelanja,
sedangkan Indra dan Rusli mencari rebung lalu cuci piring dan masak.
|
10:47
|
Saat
saya, Alvi, dan TUTI kembali ke camp, Indra dan Rusli telah menyediakan makanan
untuk kami santap bersama. Setelah kami makan siang saya dan teman-teman
diperintahkan untuk membersikan diri dan bersiap-siap lalu menunaikan ibadah
sholat jumat.
|
12:26
|
Saat
kami pulang menunaikan ibadah sholat jumat, kami dikumpulkan dan dibagikan
baju, saya dan teman-teman sangat senang memakai baju tersebut yang
bertuliskan nama KOMPALA Universitas Fajar, setelah itu kami di beri waktu untuk
bersiap-siap melakukan panjat tebing.
|
13:55
|
Kami
dikumpulkan untuk melakukan simulasi Rock Climbing (Panjat Tebing).
Dijelaskan pula hanya 3 lintasan, 2 lintasan ascending/descending dan 1
lintasan top rupe, lintasan top rupe membutukan 2 orang, 1 memanjat dan 1
membilai. Sedangkan lintasan ascending/descending hanya 1 orang untuk
memanjat.
|
14:16
|
Tim
saya membagi tugas, 1 menulis, 3 memanjat, dan 1 membilai. Kamipun memilah
dan memasang alat yang akan kami gunakan masing-masing. 1orang minimal 3 kali
mencoba arena pemanjatan.
|
14:43
|
Teman-teman
saya memulai praktek panjat tebing, mulai dari pemasangan alat dan
pemanjatan/descending secara sistematis.
|
15:10
|
Rusli
selesai melakukan ascending/descending dan pemanjatan. Setelah itu saya
bergantian untuk mencatat.
|
15:32
|
Disaat
saya melakukan ascending untuk pertama kali, saya memakai jumar untuk melakukan ascending dan terdapat masalah di
carbinner screw pada cowstail, saat
saya ingin memasang cowstail di crab atas, carbinner screw macet dan tidak
dapat di buka. Saya di bantu oleh kak opal sehinggah saya dapat melakukan descending dengan aman.
|
16:45
|
Saya
mencoba kembali melakukan ascending/descending dan berhasil secara
sistematis. Kemudian saya melanjutkan melakukan pemanjatan (top rupe), dan
Rusli membantu saya sebagai pembilai. Saat saya selesai melakukan top rupe pertama kali, cuaca mulai tidak mendukung.
|
17:32
|
Saya
melakukan Top Rupe yang kedua, yang kedua cukup rumit akibat dinding tebing
yang licin terkena percikan air hujan.
|
17:47
|
Semua
peserta yang selesai melakukan ascending/descending dan pemanjatan (top rupe)
diberi bunus, minum sirup dan makan roti.
|
17:50
|
Kami
telah selesai melakukan pengaplikasian Rock Climbing (Panjat Tebing). Mulai
dari Ascanding, Descending, dan Top Rupe. Kemudian kami kembali ke mulut gua
untuk memasak dan beristirahat.
|
19:12
|
Kami
selesai makan malam dan istirahat. Lalu kami
memperbaiki catatan laporan pribadi dan tim.
|
20:23
|
Tim
melakukan briving, PO kami yaitu Ka’ Usman tidak pernah lupa untuk
mengigatkan kami kepada catatan yang harus terus dilengkapi. Lalu sedikit
bercerita tentang perjalanan yang telah kami lalui dan yang akan kami lalui.
|
23:47
|
Saya
dan teman-teman merapikan barang-barang, membersikan daerah sekitar camp,
lalu tidur.
|
3.
KRONOLOGIS
CAVING (GUA).
Sabtu, 1 April 2017
06:45
|
Kami
bangun, lalu masak untuk sarapa dan
makan bersama. Setelah makan kami membersikan peralatan masak kami.
|
07:23
|
Saya
dan teman-teman mulai packing barang,
dan membersikan mulut gua yang dimana menjadi tempat camp 4 dan 5. Setelah
bersih dan barang sudah rapi, kami turun dari mulut gua untuk bersiap menuju lokasi Caving (gua).
|
09:43
|
Kami
berangkat menuju lokasi Caving (Gua). Lalu kami melakukan persiapan caving,
yaitu teknik penelusuran dan kenal medan.
|
10:18
|
Saya,
teman-teman dan panitia yang berjumlah
10 0rang Melakukan persiapan masuk ke gua, lalu mulai dari meminta data gua
di penduduk sekitar.dan melakukan pembagian tugas. 1 orang yaitu ka’ Yadi
menunggu di luar, 9 orang masuk. Tugas peserta di bagi, Indra di depan,
sebagai penerangan, TUTI mencatat laporan, Rusli membakar lilin, dan Alvin
membentangkan benang.
|
10:29
|
Kami
Masuk ke gua serta mulai memasang lilin dan benang di mulut gua. Lilin
sebagai penerang, benang sebagai petunjuk keluar gua ketika telah melakukan
penelusuran dan untuk mengukur jarak penelusuran.
|
10:40
|
Saat
kami melakukan penelusuran yang di damping Ka’ Jesica dan beberapa panitia,
kami menemukan laba-laba belang yang terperangkap dan telah berubah fungsi
panca indranya.
|
11:00
|
Kami
memasuki zona gelap abadi. Tetesan aliran air adalah proses terjadinya
pertumbuhan ornamen.di Sulawesi sendiri jenis dan ciri khas gua adalah batuan
gamping. Ornament yang telah jatuh di dalam gua akan menyatu kembali jika
terus terkena air. 1 mm adalah pertumbuhan ornamen perTahun.
|
11:13
|
Stalaktik
dan Stalaknit selalu beriringan dan ketika stalaktik dan stalaknit bertemu
terjadinya pilar. Warna cokelat pada dinding gua menunjukkan bahwa di dalam
gua pernah terjadi banjir. Gordam ciri-cirinya membentuk petakan sawah. Fados
ciri-cirinya lembap.
|
12:15
|
Kami
di kumpulkan digua dan melakukan sedikit renungan, kemudian kami keluar dari
gua.
|
12:35
|
Kami
telah keluar dari mulut gua, dan beristirahat sejenak. Setelah itu kami
kembali ke camp 4 untuk mengambil barang kami.
|
13:37
|
Kami
sampai di camp 4, kemudian packing barang dan membersikan camp 4, lalu
bersiap-siap menuju kampus.
|
15:28
|
Kami
meninggalkan tebing pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung,
Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
menuju Kota makassar, tepatnya di kampus Universita Fajar.
|
18:13
|
Kami
sampai di kampus Universita Fajar, kemudian kami mencuci semua peralatan.
|
C. PASCA PELAKSANAAN
1. Pembuatan
Laporan
Sebelum
membuat laporan perjalanan DIKLATSAR KOMPALA XVII. Pertama mengumpulkan semua data
perjalanan selama Pendidikanhinggah pasca Pendidikan, dan kemudian menyimpulkan
menjadi sebuah laporan yang terangkum secara detail.
2. Presentase
Laporan
Presentase
laporan yakni mempersentasekan laporan yang telah dibuat mulai dari pendidikan
hingga pasca pendidikan dalam presentase laporan harus mengetahui, memahami
maupun cara mengaplikasika materi, dan semua isi yang ada dalam laporan
perjalanan DIKLATSAR KOMPALA harus dikuasai.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah
melaksanakan kegiatan DIKLATSAR XVII KOMPALA UNIFA selama 1 bulan mulai tanggal
22 Februari 2017 – 2 April 2017, Penulis banyak mendapatkan ilmu dan
pengetahuan baru tentang kegiatan di alam liar diantaranya ;
1.
Penulis mampu
menghadapi kondisi cuaca yang ada di alam liar.
2.
Penulis mampu mengambil
keputusan dalam memimpin suatu TIM.
3.
Penulis banyak
belajar tentang cara hidup di alam liar.
Pendidikan
dasar yang biasa di singkat diksar merupakan wadah pembentukan karakter
seseorang didalam memasuki suatu lembaga, khususnya dalam kegiatan di alam
terbuka seperti organisasi KOMPALA UNIFA Makassar yang bergelut dibidang
pecinta alam atau lebih jelasnya berkegiatan di alam terbuka.
Alam
adalah salah satu ciptaan Tuhan yang maha Esa yang harus kita jaga
kelestariannya, dan juga seseorang yang akan melakukan kegiatan di alam terbuka
harus mengetahui etika dan aturan yang berlaku ketika melakukan kegiatan di
alam terbuka.
DIKLATSAR sangat penting dilakukan oleh KOMPALA untuk
calon anggota baru KOMPALA. Karena DIKLATSAR dapat membentuk sikap dan mental
calon anggota menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi segala kondisi alam yang
ada di permukaan bumi. Semua rangkaian kegiatan DIKLATSAR sangat bermanfaat
bagi calon anggota yang hidup di alam bebas. Selain itu DIKLATSAR membentuk kebersamaan,kepercayaan
dan komunikasi tiap anggota bisa terlaksana dengan baik.
B.
SARAN
Saran
penulis :
1.
Sebaiknya setiap peserta diarahkan
untuk mengerjakan laporan pribadi dan laporan tim.
2.
Panitia selalu memotivasi calon
anggota.
3.
Panitia dapat memberikan pengetahuan
tentang apa saja yang ada dialam secara lebih lengkap.
Kami berharap setelah DIKLATSAR ini, para senior dapat
menyambut kami dengan baik dan tidak membeda-bedakan dengan anggota yang lain.
Dan semoga kebersamaan terjalin erat sehingga membentuk ikatan persaudaraan
yang baik
